DELI SERDANG – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sumatera Utara sejak Selasa (7/4/2026) malam memicu bencana tanah longsor di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang. Peristiwa tersebut mengakibatkan lima orang warga meninggal dunia setelah tertimbun material longsoran.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Medan, Hery Marantika, mengatakan tim gabungan menemukan enam korban dari lokasi terdampak. Dari jumlah tersebut, satu orang berhasil selamat meski mengalami luka serius dan saat ini menjalani perawatan intensif.
“Total ada enam korban yang berhasil ditemukan. Lima orang dinyatakan meninggal dunia, sementara satu korban selamat namun mengalami luka,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan, para korban merupakan penghuni rumah yang berada tepat di titik longsoran. Material tanah yang bergerak cepat saat hujan deras menyebabkan bangunan tertimbun dalam waktu singkat.
Tak hanya berdampak pada permukiman warga, longsor juga sempat mengganggu jalur utama penghubung Medan–Berastagi. Badan jalan tertutup material tanah, lumpur, serta batang pohon yang tumbang, sehingga arus lalu lintas sempat terhenti.
Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP I Made Parwita, menyebutkan bahwa petugas bergerak cepat melakukan pembersihan di lokasi. Upaya tersebut melibatkan berbagai pihak untuk memastikan jalur kembali bisa dilalui.
“Material longsor dan pohon tumbang sudah berhasil dibersihkan. Saat ini arus lalu lintas di jalur tersebut sudah kembali normal,” jelasnya.
Sementara itu, personel gabungan dari Brimob Polda Sumut, TNI, Basarnas, dan instansi terkait terus melakukan penanganan di lokasi bencana. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi tanah yang masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan.
Dansat Brimob Polda Sumut, Kombes Rantau Isnur Eka, telah menginstruksikan jajarannya untuk memperkuat upaya pencarian sekaligus membantu penanganan dampak bencana di lapangan.
Dalam penanganan pascabencana, tim gabungan memprioritaskan beberapa langkah, di antaranya pencarian korban yang diduga masih tertimbun, pembersihan material longsor menggunakan alat berat, serta pengamanan jalur rawan guna mengantisipasi risiko lanjutan.
Masyarakat yang tinggal di kawasan perbukitan maupun pengguna jalan yang melintasi wilayah Sibolangit diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Curah hujan yang masih tinggi berpotensi memicu pergerakan tanah susulan. (CM)
